Jun
10
2012

International Comic Salon Erlangen 2012

Pekan lalu saya diajak oleh salah seorang teman dari Indonesia untuk mengunjungi pameran komik di kota Erlangen. Komik? Sepertinya saya bukan pencinta komik. Namun, bolehlah ikutan jalan-jalan, mumpung tiketnya murah (Bayern tiket €28 berlaku untuk 5 orang). Rencananya setelah dari Erlangen kami akan jalan jalan ke kota kecil Bayreuth, masih di negara bagian Bayern. Tidak seperti biasanya, saya tidak sempat mengumpulkan banyak informasi tentang kota dan tempat yang akan dikunjungi. Selain karena kesibukan di kampus, pergi dengan orang yang sudah berpengalaman membuat rasa nyaman dalam hati saya. Saya hanya tahu kalo Erlangen adalah kota tempat perusahaan Siemens bermarkas.

Pagi itu hujan mendera Munich. Dingin luar biasa bagi saya, padahal suhu udara hanya berkisar 9 derajat Celcius. Saya berangkat dari apartemen ke Munich Central Station, dimana saya akan bertemu dengan teman-teman saya disana. Perjalanan ke Erlangen kami tempuh dalam waktu 2 jam. Kereta yang kami tumpangi berhenti di Nürnberg, dari sana kami ganti kereta jurusan Erlangen. Info yang saya dapat tentang kota Erlangen hanyalah bahwa kota ini kota kecil, tapi nyaman, ada berbagai hotel kelas menengah yang menawarkan suasana tradisional Jerman di sana. Sesampainya di Erlangen, saya menemukan bangunan-bangunan yang arsitekturnya mirip dengan bangunan di Munich. Suasana di sini lebih sepi dan lebih bisa dinikmati dengan berjalan kaki daripada di Munich.

Pameran komik yang saya kunjungi adalah salah satu pameran komik berskala Internasional terbesar di Jerman, yang digelar setiap 2 tahun bertajuk 15th International Comic-Salon Erlangen 2012. Acara diselenggarakan di gedung tepat di sebelah Rathaus Erlangen. Sampai di pelatarannya, ratusan pengunjung sudah mengantri tiket dan mengular berjajar teratur menuju pintu masuk. Tiket per orang seharga € 9. Para pengunjung rela antri berjajar menunggu pukul 10.00 dimana pameran akan resmi dibuka. Sebelum masuk, petugas penjaga pintu akan mengecek tiket, dan mencap tangan, mirip di Dunia Fantasi Ancol. Begitu sampai di hall pameran, saya temui banyak sekali penerbit komik dari seluruh dunia seperti Jepang, Inggris, Amerika, Perancis, Belanda dan tentunya Jerman. Tak jarang ada komikus yang memperagakan kebolehannya membuat sebuah karya. Yang paling menarik bagi saya adalah hadirnya area khusus untuk komik Spiderman, tokoh komik favorit saya, yang tahun ini genap berusia 50 tahun. Tidak hanya itu, saya juga menemukan banyak warga Jerman yang berdandan ala tokoh komik seperti Superman, Batman, Wonderwoman, Sailormoon, Akatsuki, dan lain sebagainya. Orang disini pede berdandan seperti itu. Wah, kalo di Indonesia pasti sudah jadi omongan orang sekampung, hahahaha…

Berdasarkan info dari salah seorang teman saya, ada komik dari Indonesia yang dipamerkan disini. Namun sampai 80 % venue pameran saya jelajahi, belum ketemu juga stand komik dari Indonesia. Teman saya akhirnya menjelaskan, bahwa ketua delegasi komik Indonesia adalah kakak kelasnya saat kuliah S1 dulu, dan mereka berjanji bertemu pada jam 11.30. Tepat di waktu yang ditentukan, bertemulah rombongan kami berlima dengan ketua delegasi komik Indonesia tersebut, namanya Pak Suryo. Berdasarkan cerita Pak Suryo, ketua rombongan Comiconnexions, sebuah program apresiasi komik Jerman-Indonesia  yang diprakarsai oleh Goethe Institut Jakarta, ada 5 komikus Indonesia yang bersama 5 komikus Jerman yang saling bertukar pengalaman. Pamerannya ternyata berada di gedung terpisah dengan gedung pameran yang tadi saya lihat.

Kami harus berjalan sekitar 300 meter ke belakang Rathaus Erlangen. Di tengah perjalanan kami bertemu dengan para komikus muda Indonesia Azisa Noor, Is Yuniarto, dan Galang Tirtakusuma. Mereka adalah komikus muda Indonesia yang berbakat. Karya-karya mereka menggambarkan budaya Indonesia dalam bentuk komik. Memang susah menemukan komik asli Indonesia di tengah persaingan dengan komik-komik lain, seperti komik Jepang. Para komikus muda ini juga unjuk kebolehan kepada para pengunjung dari berbagai negara. Semoga generasi muda Indonesia ini tetap terus berkarya dan memperkenalkan budaya Indonesia lewat jalur komik. Akhirnya perjalanan saya dan teman-teman di Erlangen berakhir dengan acara foto bersama dengan para komikus muda Indonesia. Kami harus mengejar kereta ke Bayreuth.

Written by adam_apt in: Traveling |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker