Jun
29
2012

Menikmati Atmosfer Euro 2012 Lebih Dekat

Akhirnya bulan yang ditunggu datang juga. Juni 2012 adalah bulan dimana final piala Eropa 2012 akan digelar di dua negara yaitu Polandia dan Ukraina. Negara yang tak jauh dari Jerman. Kesibukan di laboratorium serta mahalnya harga tiket membuat saya mengurungkan niat melihat pertandingan secara langsung.

Seperti dalam piala dunia, tim favorit saya adalah Jerman. Bukan karena saya kuliah dan tinggal di Jerman, namun performa tim Jerman membuat saya yakin akan penampilan terbaik yang akan ditampilkan oleh Philip Lahm dan kawan-kawan. Jerman berada di grup B bersama Belanda, Denmark dan Portugal. Sesuai prediksi, performa tim nasional Jerman sangat bagus dengan mengalahkan Portugal, Belanda dan Denmark, dan menjadi juara grup B. Jerman akan melawan Yunani di partai 16 besar. Salah seorang teman saya dari Indonesia, mengajak saya untuk nonton bareng pertandingan Jerman vs Yunani di salah satu Kafe di daerah Giselastraße Munich. Malam itu pertandingan dimulai pukul 20.40. Jalanan dipadati dengan lautan manusia berkostum warna putih, seragam tim nasional Jerman. Suasana lain yang saya temui seperti saat final UCL lalu adalah adanya polisi dimana-mana. Pertandingan malam itu berlangsung seru dan berakhir dengan melajunya Jerman ke semifinal setelah mengalahkan Yunani 4-2.

Demam piala Eropa ini juga terjadi di lab saya. Menjelang semifinal lab saya mengadakan pertandingan sepakbola dengan lab lain. Setelah itu akan ada barbeque party dilanjutkan nonton bersama di dapur lab yang sudah disetting lengkap dengan LCD, sound system serta makanan ringan. Saya tidak ikut bermain. Saya hanya menonton sampai babak pertama, dimana tim dari lab saya menang. Supervisor saya sangat jago bermain bola. Tepat pukul 19.00 saya pamit. Saya segera meluncur ke Olympiazentrum tempat dimana saya akan nonton giant screen bersama beberapa teman dari Indonesia dan Malaysia. Benar saja, kereta penuh sesak oleh manusia yang akan menonton disana. Saya sempatkan berfoto bersama teman-teman sebelum masuk ke arena stadion.

Malam ini Jerman melawan Italia di semifinal. Hampir semua orang berkata bahwa Jerman akan menang, kecuali teman saya yang sejak SMA sampai lulus Master tinggal di Jerman. Ia mengatakan, suasana yang ia rasakan malam itu seperti pada saat pertandingan Italia vs Jerman di semifinal piala dunia 2006 saat Jerman dikalahkan Italia. Riuh rendah suara pendukung Jerman malam itu terbungkam saat Italia unggul terlebih dahulu. Saat Italia menambah keunggulan 2-0 tak jarang ada pendukung yang kecewa dan menangis. Suasana sangat tegang saat itu. Wajah-wajah pendukung Jerman mengharapkan keajaiban yang akan membawa kemenangan tim kesayangannya. Rasa bosan dan pesimis, membuat saya dan teman-teman meninggalkan stadion lebih awal. Maksud kami agar tidak antri berdesakan di kereta. Ternyata banyak juga penonton yang berjalan searah dengan kami menuju stasiun kereta. Tiga menit kami berjalan, terdengar teriakan bahagia, karena penasaran saya cek berita lewat twitter, ternyata Jerman berhasil mencetak 1 gol lewat tendangan penalti. Namun kami merasa bahwa tim nas Jerman tidak akan menang. Kami bergegas menuju kereta. Ternyata pemerintah telah mengantisipasi padatnya penumpang dengan menyiapkan petugas pengatur serta kereta cadangan. Wah,, ini yang saya sangat salut. Seru juga bisa menikmati atmosfer nonton sepakbola di Eropa, walau tidak secara langsung. Overall dalam pandangan saya, nonton sepakbola di Eropa itu keamanan terjamin, transportasi terjamin tapi harus siap-siap melawan bau bir..hehehe

Written by adam_apt in: Campus,Traveling |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker